Oleh: Elisa Haryonugroho

Kamar mandi merupakan ruang servis yang sudah mengalami banyak pergeseran fungsi yang dari sekedar untuk mandi menjadi tempat untuk sekedar baca koran atau majalah sambil buang hajat, merawat kecantikan dan merapikan diri. Fungsi kamar mandi dari tempat untuk mandi yang selalu basah, akhirnya sekarang ada daerah yang selalu kering untuk menampung beberapa aktifitas tadi. Dengan meningkatnya tuntutan penghuni karena wawasan dan kondisi ekonomi yang meningkat, maka ada beberapa aspek perencanaan yang dijadikan bahan pertimbangan untuk mewujudkan kamar mandi yang memadai.
Beberapa kaidah perencanaan kamar mandi itu adalah antara lain:
Usia dan kegiatan spesifik pengguna. Pengguna kamar mandi anak-anak dan manula tentu berbeda. Kamar mandi anak atau bayi perlu difasilitasi air panas. Bak mandi / bathtub sebaiknya dengan bahan dasar bak yang tidak licin, bukan dari bahan enamel atau powder coating. Letak kran dan posisi ketingian shower juga disesuaikan dengan jangkauan tangan anak. Untuk memandikan bayi, diperlukan disediakan meja yang cukup lebar sehingga dapat menidurkan bayi. Lain halnya kamar mandi untuk manula. Lantai kamar mandi harus rata atau disediakan ramp kecil untuk membedakan ketinggian lantai sehingga mudah diakses kursi roda atau kaki tidak mudah terantuk. Railing atau pegangan tangan harus disediakan.
Letak dan ukuran. Letak kamar harus bersinggungan dengan ruang luar supaya mudah menciptakan sirkulasi udara pasif. Pencahayaan alami juga sama pentignya dengan sirkulasi udara untuk megupayakan sebuah kamar mandi yang sehat. Namun, seandainya letak kamar mandi tidak memungkinkan berhubungan dengan ruang luar, perlu diupayakan void / bukaan vertikal untuk menjamin kedua aspek tadi terjadi. Sedangkan ukuran dapat disesuaikan dengan lahan yang tersedia dan ragam aktifitas yang akan ditampung kamar mandi tersebut. Ada rumah yang berdiri di lahan terbatas tetapi jumlah anggota keluarganya banyak. Maka, sebuah kamar mandi bisa diupayakan untuk dapat menampung aktifitas gosok gigi dan mandi atau buang air besar secara bersamaan akan tetapi masing-masing tidak merasa terganggu dengan menghadirkan sekat-sekat ringan misalnya. Pada bangunan di perkotaan, ukuran kamar mandi merupakan masalah yang krusial. Oleh sebab itu, perencanaan kamar mandi yang kompak dengan fasilitas yang baik diperlukan pemikiran yang cermat.
Di pasar bahan bangunan. Dekorasi kamar mandi hendaknya disesuaikan dengan tema desain sehingga memperkuat tema.
Gaya. Gaya sebuah kamar mandi tentunya kontekstual dengan langgam arsitektur secara keseluruhan pada bangunan dimaksud. Sehingga, model saniter baik wastafel, kloset, bidet maupun kran tentunya harus dipilih yang sesuai. Jenis material dan warna sangat memperkuat gaya sebuah kamar mandi. Kamar mandi yang bergaya tropis misalnya, dapat menggunakan warna-warna keramik natural atau material papan kayu.
Perencanaan utilitas dan drainase yang memadai. Beberapa jaringan pipa harus dirancang sesuai persyaratan teknis. Pipa air kotor dan pipa kotoran misalnya, harus dilengkapi pipa ven untuk menyalurkan udara balik. Letak pipa ven harus lebih tinggi dari pada ketinggian lubang pipa dan berhubungan dengan udara bebas. Pipa air kotor yang lebih dari 12 m atau terdapat patahan atau belokan perlu disediakan bak kontrol untuk memudahkan perbaikan manakala terjadi penyumbatan. Pada bangunan bertingkat, pipa-pipa utilitas sebaiknya ditempatkan pada ruang shaft vertikal atau di luar dinding tindak ditanam, untuk memudahkan perawatan. Pipa air bersih yang didistribusikan ke kran-kran kamar mandi perlu dilengkapi stop kran untuk
Saat dan setelah pemakaian. Kelembaban yang tinggi hanya dapat diturunkan dengan mengadakan pergerakan udara, apakah itu pasif atau aktif seperti exhaust fan. Kelembaban yang terus menerus akan merusak perabot di seputar kamar mandi atau jamur di bidang atau bagian-bagian dalam kamar mandi.
Struktur yang perlu diperhatikan pada mandi adalah bagian dinding. Terutama yang berbatasan dengan ruang dalam. Seluruh permukaan dinding bagian dalam harus kedap air. Kondisi ini dapat dicapai menggunakan campuran trasram 1 PC : 3 pasir pada seluruh permukaan dinding atau dengan melaipisi cairan waterproofing.
Dengan semakin terbatasnya sumber daya air bersih, penggunaan bak mandi sudah tidak relevan lagi. Pemakaian shower dapat menghemat 20%-30% air bersih dibandingkan menggunakan bak mandi. Hanya, kalau menggunakan shower sebaiknya menempatkan bak penampung air di atas (water toren) untuk mengurangi pemakaian daya listrik yang berlebihan. Ketinggian menara air harus disesuaikan dengan panjang pipa keseluruhan, jumlah kran, dan diameter pipa yang digunakan. Apabila anda ragu-ragu dalam menentukan aspek-aspek krusial seperti struktur dan jaringan utilitas, bertanyalah kepada yang menguasai persoalaan ini.